Selasa, 30 Juni 2015

Hari ini, Esok, dan Seterusnya

By: Erna Safitri
“Maaf ndi, gua gak bisa jadi pacar lo” ucap Rasty, gadis yang menarik perhatianku sejak awal aku menginjak masa putih abu-abu.
Dia berbicara sambil menunduk disertai suara yang sangat berat. Aku merasa, dia tak rela. Tapi mungkin hanya perasaanku saja. Aku tak rela lebih tepatnya.
“Gua ngerti, gua harap kita tetap bisa jadi teman,”
“Gak! Jadi teman pun gua rasa gak bisa. Maaf,” tegasnya seraya pergi meninggalkanku sendiri dalam diam.
ooo
Kata-kata Rasty terus berputar dalam kepalaku. Dadaku terasa sesak. Kesulitan bernapas. Kata-katanya kemarin, walaupun singkat, cukup meninggalkan luka yang dalam.
Melupakannya tak semudah saat aku mulai mencintainya. Ditambah lagi aku harus bertemu dengannya setiap hari karena berada di kelas yang sama. Tak sedetik pun ku lewati tanpa memperhatikannya.
Namun ada yang berbeda dengan gadis yang baru menolakku dalam seminggu ini. Wajah cerianya yang membuatku selalu damai ‘hilang’. Dia terlihat begitu murung. Kantung matanya terlihat lebih hitam.
Meski tak ada hubungan apapun, hatiku tetap terasa perih melihatnya seperti itu. Perih saat melihat gadis yang masih aku cintai terlihat menderita. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Ku rasa dia sedang bertengkar dengan Keysha, teman  sebangku sekaligus sahabat dekatnya. Ku lihat, seminggu ini mereka tak duduk bersebelahan lagi. Bahkan aku tak melihat mereka saling bertegur sapa.
“Gua suka lu Ndi, gua harap kita bisa lebih dari teman”
“Maafin gua Key, hati gua udah ada yang ngisi,”
Glekkk,,, aku menelan ludah. Pengakuan Keysha tiba-tiba terlintas di pikiranku. Apa alasan mereka bertengkar adalah aku? Aku harus memastikannya.
ooo
“Itu urusan gua sama Rasty, lo gak usah ikut campur”
“Tapi gua harus tau Key. Apa gua penyebabnya?”
Hening.
“Key, gua perlu tau.”
“Iya, semua karena lo!” teriak Keysha yang mulai mengeluarkan air matanya.
“Bahkan Rasty gak pernah cerita kalau dia juga naksir sama lo, dia juga gak pernah berusaha buat dekat sama lo, tapi kenapa dia? Kenapa bukan gua?” lanjutnya dengan air mata yang mengalir di pipi. Terisak-isak.
“Maaf kalau gua udah bikin lo patah hati. Tapi perasaan gua ke Rasty udah lama jauh sebelum gua kenal sama lo” ucap gua tulus.
Keysha mengangkat wajahnya yang menunduk sejak tangisnya keluar. Kini dia mulai tenang.
“Sejak kapan?” tanyanya masih dengan isakan.
“Saat pertama kali gua menginjakkan kaki di sekolah ini. Saat pendaftaran siswa baru dulu. Tapi cinta gua tak berbalas Key. Gua ditolak” ucapku tegar. Mencoba tegar tepatnya.
“Maaf kalau ternyata gua jadi penghalang”
“Lo sama sekali gak salah. Tapi gua mohon, jangan marah sama Rasty lagi. Dia sama sekali gak salah. Karena gak ada alasan lagi buat lo marah ke dia. Dia nolak gua. Kami gak pacaran.” Ucapku lirih.
ooo
Rembulan malam ini terlihat indah. Sungguh memikat siapapun yang memandangnya. Walau hanya sedikit bintang yang menemani, tak menghilangkan pesonanya.
Aku tengah berada di sebuah kafe. Menunggu kedatangan Keysha. Setelah bicara dengannya dua minggu lalu, kali ini dia yang ingin bicara sesuatu. Entah apa aku pun penasaran. Ah, yang penting gadis ku telah kembali ceria lagi sekarang. Mereka telah berbaikan.
Bosan menunggu. Keysha tak kunjung datang. Ku keluarkan headset dan handphone ku. Memutar radio. Mengotak-atik siaran yang pas di telinga. Terdengar lagu mengalun pelan. Lagu slow. Cocoklah dengan suasana malam ini.
Hari ini dadaku bergetar, terguncang melinu dan mengerang
Ku yakin ku tak salah karena hatiku tak pernah, dan takkan berdusta
Cinta cinta cinta,, aku jatuh cinta
Esoknya, ku pikir rasa itu akan menghilang dengan seiring waktu
Tapi ternyata tak berubah aku makin tergiur pada dirimu
Cinta cinta cinta,, aku jatuh cinta
Dan seterusnya rasa ini slalu terjadi dan tak pernah berkurang
Hatiku hanya untuk dirimu
Aku bahagia hanya bila kamu bahagia (Hari ini, besok dan seterusnya, Acha Septriasa)
Wah, aku merasa ini curahan hatiku. Haha.
“Eh, cengar-cengir sendiri. Kesambet ya lo?” tegur Keysha yang baru datang. Tak sendiri. Dia bersama Rasty. Aku hanya terdiam.
“Loh, lo ngajak gua ke sini buat ketemu Andi? Kok lo gak bilang?” Tanya Rasty menuntut penjelasan.
Keysha menatap aku. Lalu menatap Rasty. Bergantian. Aku tak mengerti.
ooo
“Aku senang bisa menikmati matahari tenggelam hari ini bersama kamu” ucapku sambil melirik gadis disampingku. Yang dilirik hanya tersenyum.
“Aku mencintaimu Rasty”
“Aku harap aku masih bisa menatap pemandangan seperti ini bersama kamu”
“Hari ini, esok, dan seterusnya”
Gadis disampingku lagi-lagi tersenyum. Mengangguk kecil. Melemparkan pandangan ke atas. Melihat langit jingga. Aku merengkuhnya dalam pelukanku. Tersenyum bahagia.


End 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar